Camat Pulau Tiga(Sudirman) memberikan sambutan

Kecamatan Pulau Tiga Peringati 1 Muharam 1442 H

BERITA

Kecamatan Pulau Tiga memperingati 1 Muharam dengan silaturahmi dan ceramah agama. Kegiatan ini dilaksanakan setelah sholat Isya dan bertempat di Masjid An Nusyur, Desa Sabang Mawang Barat, Rabu(19/08).

Jamaah An Nusyur, Desa Sabang Mawang Barat.

Camat Pulau Tiga (Sudirman) membuka langsung kegiatan ini. Lalu dilanjutkan dengan Tausyiah Agama yang disampaikan oleh disampaikan oleh Wawan Hermawan Syah, S.Ag yakni utusan dari Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kaupaten Natuna. Jamaah mesjid diharapkan untuk mendengar dan memahami tausyiah agama yang disampaikan tersebut.

Suasana Peringatan 1 Muharam 1442 di Kecamatan Pulau Tiga

Dengan masuknya 1 Muharam berarti merupakan tahun baru Hijriah. Kita tahu bersama biasanya, peringatan tahun baru  Masehi dilaksanakan dengan tradisi yang begitu megah dan meriah, disertai dengan kumpul-kumpul hingga pesta kembang api.

Umat muslim harus memaknai tahun baru secara mendalam dan lebih spesial. Ada 3 makna tahun baru Islam yang bisa kita jadikan pedoman dan ilmu pengetahuan, yakni:

1. Hijrahnya Nabi Muhammad

1 Muharram juga diperingati sebagai pengingat peristiwa penting saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah yang kemudian melahirkan agama Islam. Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah, Islam mengalami perkembangan pesat dan semakin menyebar hingga ke Mekkah dan wilayah sekitarnya.

Nabi Muhammad SAW memutuskan hijrah setelah memperoleh wahyu dan perintah dari Allah untuk menyebarkan ajaran Islam ke masyarakat.

2. Bentuk Perjuangan Nabi Muhammad dan Para Sahabat

Tahun baru Islam juga dimaknai sebagai semangat pe rjuangan yang tak kenal lelah dan putus asa dalam menyebarkan agama Islam oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Meskipun banyak tantangan dan rintangan, Nabi Muhammad SAW dan sahabat tak pernah menyerah atau pesimis. Bahkan Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah meninggalkan tempat kelahirannya, saudara, dan harta bendanya hanya agar bisa memenuhi perintah dan wahyu yang diberikan Allah SWT.

3. Intropeksi diri

Pergantian tahun baru Islam juga dimaknai sebagai momen untuk intropeksi diri atau muhasabah. Seiring waktu yang terus berjalan dan berlalu, dengan adanya tahun baru Islam, diharapkan umat muslim lebih mawas diri, introspeksi dan bermuhasabah atas segala tindakan dan perbuatan yang dilakukan selama 12 bulan.

Sekaligus memikirkan apa yang harus diperbaiki dan amalan apa yang harus ditinggalkan di tahun mendatang.

Itulah makna-makna Tahun Baru Islam yang perlu kita ketahui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.